Addicted MOD mostly
HomeAbout ▾ Search ▾ArchiveSubscribe

:)

Saya masih teringat sms itu:

‘aku maunya sama kamu terus sampe besok, dan aku besok maunya kamu yg disampingku’


Saya hanya tersenyum.

Pikiran orang emang akan selalu menjadi misteri, sampai kapan pun juga.

masa aktif kamu aku kita semua

  Dari judulnya aja aneh kan? ya emang ane haha. Emm ngga kerasa waktu terakhir di asrama itu bulan April ini, dimana semua anak anak kls 12 baik cowo maupun cewe yang berasrama meninggalkan tempat ini. Semua sudah selesai tinggal kita hanya menunggu hasil dan dan pada akhirnya juga kita semua sudah berjalan ke jalan kita masing masing. Ada yg bekerja , kuliah dan sebagainya. Sudah ngga ada yg namanya kelas malem, makan pagi siang malem bareng lagi, apel malem apel pagi, belajar smpai pagi , mandi bareng , nyuci bareng , pinjem pinjemman barang , dll. Suasana seperti ini gga akan bisa terlihat lagi. Mau ngga mau kita semua harus pisah ada yg pulang ke Ambarawa , Salatiga , Boyolali , Purwodadi , Purworejo , Palembang , Demak , Wonosobo dsb.

  Berawal dari tidur awal pertama di asrama agak ngga nyaman harus pisah sama orang tua. Dari 3 bulan melakukan masa adaptasi dengan lingkungan serta teman semuanya. Dimana bisa kenal dengan pamong yg Gaul Gaul HAHA termasuk pamong yg bernama PAK KARNO hahaha. Dimana kita selalu menegangkan tempat tidur sampai tegang. Lemari harus rapi dan barangnya pertamanya harus dibatesin haha tp akunya nekat barangku banyak banget terutama pakaian. 

  Makan dengan menu itu itu haha. Kalo engga sop ayam, daging dan telurrr itu terus sampe bosen. Ya gitu sih namanya hidup diasrama dimana harus mau dan harus prihatin.

  Sekian cerita saya ttg ASRAMA SMK TELEKOMUNIKASI TUNAS HARAPAN..

mengerutkan dahi, menggeleng, tersenyum simpul

Kamu itu kukagumi, juga tidak dapat kumengerti ..

Kamu, dibesarkan di lingkungan seperti apa hingga bisa membuatmu punya pikiran seperti ini.

Pikiran kamu seperti langit—lapang dan senang berubah warna.(huruf kecil)

Pilih suami berilmu atau berharta ?

Pilih yang benar atau yang baik ?

Pilih mana? Hidup harus dijalani apa dinikmati?

Pertanyaan yang membuatku diam agak lama untuk berfikir. Begitu menjawab, kamu pasti sudah punya punya sanggahan.

Pikiranmu adalah pikiran yang berhadap-hadapan dengan lautan, yang selalu dahaga, selalu siaga menumpahkan sesuatu yang basah seperti kesedihan.


Ada ada saja yang kamu pikirkan. Selalu berapi api kalau membahas pendidikan di Indonesia ..

~ Kenapa tiap sekolah ruangan yang paling bagus adalah ruang kepala sekolah ? Memangnya yang butuh kenyamanan hanya kepala sekolah saja ?

~ Berani mempertanyakan asal mula rumus pasti matematika ke Bu Umi. Yang hanya dijawab dengan “ya memang begitu dari sananya”. Kamu hanya tersenyum sambil mengerutkan dahi.

~ Berani bilang seperti ini .. “Kalau ngitung cuma dari rumus, dan nggak tau darimana rumusnya itu berarti dari kecil kita belajar “ketidaktahuan”“

~ Masalah pelajaran bahsa inggris, saat teman temanmu pusing dengan grammar kamu bilang “apa ada bayi diajari ngomong indonesia pake bahasa baku yg menurut EYD?”

~ Keinginanmu yang seperti ini “Pada masa pemerintahan saya, akan ada tes mirip TOEIC & TOEFL tapi bhs indonesia di sekolah2 amerika..heuheu”

Masih banyak lagi .. aku tidak ingat semuanya.

Hari ini, kamu cerita ..

temanmu mempertanyakan (mungkin menertawakan juga) bio yang kamu tulis di twitter — “capres 2039”

Tidak, tidak boleh ada yang menertawakannya.

Aku tau kamu selalu serius dengan hal yang kamu inginkan, aku tau di dreambook mu kamu menempel keinginanmu menjadi presiden.

Aku yakin kamu bisa, kamu mampu. Aku selalu mendukungmu. Aku tidak akan pernah menertawakan kamu dan cita citamu, aku selalu berdoa untukmu ..

Tinggal Tuhan mengijinkan atau tidak ..

Pernah sekali aku coba bertukar pendapat denganmu.

Aku tanya, dewasa itu apa ?

Menurutku, dari segi pandang perempuan, dewasa itu tidak dramatis.

Kamu menjawab dewasa itu sudah tidak kecil lagi, tau mana yang benar dan buruk.

Aku mencoba menyangkal lagi, tapi tidak bisa. Bukan kalah, tapi aku rasa kita punya sudut pandang yang berbeda. . Aku kurang sreg menerima jawabanmu, tapi tidak tahu harus bilang apa.

Pikiranmu seperti hutan yang rindang.

Luas, rumit ..

Semakin kucoba untuk memasukinya, semakin aku tersesat.

Harus lebih mengerutkan dahi untuk mencari jawab atas semua “kok bisa ?”.

Pada akhirnya aku hanya bisa menggeleng kemudian tersenyum simpul ..

Air dan Api — Aku dan Kamu

Kalau aku boleh membuat analogi,

kita ini seperti air dan api.

Kalau api mulai berkobar, ada yang sudah siap memadamkan.

Kalau salah satu sedang marah, sedang mangkel,

Yang satu sudah siap dengan penghiburan, kasih sayang dan nasehat.

Kalau dulu ada yang bilang kita ini tidak bisa saling melengkapi ..

Hhh, dia tidak tau cerita kita kan ? Kita bisa saling melengkapi dengan cara kita sendiri.

Bahagiaku Itu Sederhana

Bagiku, bahagia itu sederhana..

Saat terjaga di penghujung malam ku dapati dirimu di sampingku..

Bagiku, bahagia itu sederhana..

Saat menegakkan perintah-Nya aku berada pada shaf di belakangmu dan melirihkan Amien pada Al-Fatihah dan do’a-do’a yang kamu baca.

Bagiku, bahagia itu sederhana..

Saat kamu mengecup keningku setiap memulai dan mengakhiri rutinitas sepanjang hari sembari tak lupa mengucap cinta..

Bagiku, bahagia itu sederhana..

Saat bisa menatap, mencium dan memelukmu sempurnalah bahagiaku. :’)

Saya cinta sama kamu. Dari pertama kali kita ketemu, sampai hari ini, saya selalu mencintai kamu. Sampai kapanpun itu, saya nggak tahu. Saya nggak melihat cinta ini ada ujungnya